Sunday, 4 November 2012

Andai Hari Ini Aku Dimakamkan

Hari ini ku mati,
Perlahan...
Tubuhku ditutup tanah.
Perlahan...
Semua pergi meninggalkanku...

Masih terdengar jelas langkah² terakhir mereka,
Aku sendirian,
Di tempat gelap yang tak pernah terbayang,
Sendiri,
Menunggu pertanyaan malaikat...

Belahan hati,
Belahan jiwa pun pergi.
Apa lagi sekedar kawan dekat atau orang lain.
Aku bukan siapa-siapa lagi bagi mereka...

Sanak keluarga menangis,
Sangat pedih,
Aku pun demikian,
Tak kalah sedih...

Tetapi aku tetap sendiri,
Di sini, menunggu perhitungan.
Menyesal sudah tak mungkin.
Tobat tak lagi dianggap,
Dan maaf pun tak bakal didengar,
Aku benar-benar harus sendiri...
Ya Allah...
Jika Engkau beri aku 1 lagi kesempatan,
Jika Engkau pinjamkan lagi beberapa hari milik-MU,
Untuk aku perbaiki diriku,
Aku ingin memohon maaf pada mereka...

Yang selama ini telah merasakan dzalimku,
Yang selama ini sengsara karena aku,
Tersakiti karena aku...

Aku akan kembalikan jika ada harta kotor ini yang telah kukumpulkan,
Yang bahkan kumakan,
Ya Allah beri lagi aku beberapa hari milik-Mu,
Untuk berbakti kepada Ayah & Ibu tercinta...

Teringat kata-kata kasar & keras yang menyakitkan hati mereka,
Maafkan aku Ayah & Ibu, mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayangmu,

Beri juga ya Allah aku waktu untuk berkumpul dengan keluargaku,
Menyenangkan saudara-saudaraku..
Untuk sungguh-sungguh beramal soleh.

Aku sungguh ingin bersujud dihadapan-Mu lebih lama lagi..
Begitu menyesal diri ini.
Kesenangan yang pernah kuraih dulu,
Tak ada artinya sama sekali...

Mengapa kusia-siakan waktu hidup yang hanya sekali itu...?
Andai aku bisa putar ulang waktu itu...

Aku dimakamkan hari ini,
Dan ketika semua menjadi tak termaafkan,
Dan ketika semua menjadi terlambat,
Dan ketika aku harus sendiri...
Untuk waktu yang tak terbayangkan sampai yaumul hisab & dikumpulkan di Padang Mashar...

Puisi Almarhum "Bang Remy Soetansyah," wartawan senior. wafat 30 Oktober 2012

"ANDAI HARI INI AKU DIMAKAMKAN"
(Renungan utkku, utkmu & utk kita semua)
Read More - Andai Hari Ini Aku Dimakamkan

Saturday, 20 October 2012

Kau Yang Terindah

Seindah Senyum di bibirmu
selembut tatapan matamu
saat saat terindah denganmu
yang ku kenang sepanjang hidupku

Walau jarak memisahkan kita
cintaku tak akan pernah sirna


walau berat rasa rindu ini
aku akan setia menanti

Kau yang terindah
buatku bahagia
kau yang ku puja
cintai aku selamanya

Jika sampai waktuku pergi
meninggalkanmu seorang diri
jangan kamu bersedih hati
kita akan berjumpa kembali 

Semoga Tuhan yang maha kuasa
mempertemukan kita, di syurga

Kang Robby
Read More - Kau Yang Terindah

Takkan Pernah Sempurna

Aku hanya Manusia Biasa
yang tak akan pernah sempurna
mencoba untuk bangkit
dari belenggu yang menyiksa jiwa

Dalam diam aku mencoba
menata hidupku menjadi indah

dalam sepi aku yakini
Suka duka silih berganti

Selamat tinggal masa lalu
hari ini aku hidup
dengan sejuta harapan

Salam sayang tanda cinta
untuk hari yang cerah
damai indah selamanya

Maafkan aku yang harus pergi
meninggalkanmu dari mimpi
mimpi indah yang selama ini
aku dan kamu jalani..

Kang Robby


Read More - Takkan Pernah Sempurna

Saturday, 22 September 2012

Selamat Pagi

Pagi adalah kehidupan
Untuk mentari menyapa alam
Untuk burung berkicau riang
Untuk bunga bermekaran
Untuk embun berkilauan

Pagi adalah anugerah
Untuk ayam mengais tanah
Untuk ternak menikmati sabana
Untuk daun memasak chlorofilnya
Untuk manusia mengejar rezeki-nya

Pagi adalah ketenangan
Kicau burung menjadi nyanyiannya
Semilir angin menjadi belaiannya
Sinar mentari menjadi piguranya
Kelembutan jiwa menjadi penghuninya

Pagi adalah obsesi
Saat perencanaan dimatangkan
Saat optimisme dipancangkan
Saat lengan baju disingsingkan
Dan harapan menemukan bentuknya

Pagi adalah kerinduan
Kerinduan pada alam
Kerinduan pada yang dicinta
Kerinduan pada Tuhan
Kerinduan untuk meraih surga

Aku merindukan pagi
Seperti aku merindukan kehidupan...

Unknown Author
Read More - Selamat Pagi

Tuesday, 28 August 2012

Sajak Rindu

Cinta yang bernyanyi
membasahi dadaku,
Saat kau jauh rindu
akan mengeringkannya,




Rasa yang kupendam
tak mampu ku kubur di hamparan kasih,
Tapi kesetiaan dan cinta putih

 membuatku bertahan dan percaya,
Suara matamu dan dambaan cinta
di bibirmu membekas di hatiku,
Meluruhkan jiwa ingin menatap
senyummu hingga batas senja,

Menabur mimpi menuai harapan
inginkan kau di sisi hingga ke syurga,
Cinta kita akan menjadi sejarah
lambang kesetiaan dalam penantian,

Biarlah badai terus menggoyahkan istana cinta kita,
Biarlah gerimis menangis mengundang kegundahan asmara,
Berbekal keyakinan cinta suci,
Kan kita temukan impian kebahagiaan sejati.



By: Eagle Eyes
Read More - Sajak Rindu