Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2012

Bukan Karena Aku

Mungkin sering kali aku terlihat marah bukan karena kamu yang selalu salah bukan karena aku yang tidak mau mengalah tapi karena aku ingin kamu bisa berubah menjadi sosok yang pantang menyerah mampu bertahan dalam setiap masalah dan t idak meninggalkan kewajibanmu kepada Allah Subahanahu wata'la Mungkin sering kali aku terlihat keras kepadamu bukan karena aku tidak bisa berlaku lembut kepadamu bukan karena kamu yang terlalu cepat menangis tersedu-sedu Tapi karena aku ingin kamu bisa bertahan dalam pilu dan tetap tersenyum menghadapi lika-liku kehidupanmu Mungkin Sering kali aku terlihat mementingkan diri sendiri Bukan karena aku tidak bisa berbagi dalam suka & duka yg kujalani Bukan karena kamu tidak layak berbagi tentang sesuatu tapi karena aku ingin kamu tetap tenang dalam hidupmu tidak perlu susah memikirkan diriku Mungkin Sering kali aku terlihat tidak peduli bukan karena aku tidak bisa memperhatikanmu bukan karena kamu yang belum memahami aku tapi karena aku ingin kam...

Aku Ingin Seperti Dulu

Aku ingin seperti dulu saat aku belum tahu tentang sesuatu yang melalaikanku Aku ingin seperti dulu hari-hari yang penuh lika-liku dengan berbagai rasa pilu yg membuatku tahu arah yang aku tuju Aku ingin seperti dulu saat lisan ini selalu basah dengan dzikir kepada Tuhanku dan aku bersujud dalam malam-malamku melihat indahnya bintang dilangit biru Aku Ingin seperti dulu Tetap tersenyum walau masalah datang menghampiriku tidak ada duka dalam hidupku hanya ada iman yg kokoh dalam hatiku Tuhan.. Tolong aku, tolong aku bimbingkah aku kembali agar aku bisa seperti dulu lagi Aku rindu semua itu Tuhan. Aku rindu suara-suara binatang malam Aku rindu agin malam yang menyejukkan aku rindu air dingin yang menyegarkan Aku mohon Tuhanku yang maha pengasih kepada siapa lagi aku berharap selain kepadamu? Berilah aku nikmat iman yang kokoh dalam jiwaku agar aku terus istiqomah untuk berada dijalanmu Tuhanku... engkaulah sebaik-baik pelindung dan penolong da...

Doa Untuk Putraku

Tuhanku... Bentuklah puteraku menjadi manusia yang cukup kuat untuk mengetahui kelemahannya. Dan, berani menghadapi dirinya sendiri saat dalam ketakutan. Manusia yang bangga dan tabah dalam kekalahan. Tetap Jujur dan rendah hati dalam kemenangan. Bentuklah puteraku menjadi manusia yang berhasrat mewujudkan cita-citanya dan tidak hanya tenggelam dalam angan-angannya saja. Seorang Putera yang sadar bahwa mengenal Engkau dan dirinya sendiri adalah landasan segala ilmu pengetahuan. Tuhanku... Aku mohon, janganlah pimpin puteraku di jalan yang mudah dan lunak. Namun, tuntunlah dia di jalan yang penuh hambatan dan godaan, kesulitan dan tantangan. Biarkan puteraku belajar untuk tetap berdiri di tengah badai dan senantiasa belajar untuk mengasihi mereka yang tidak berdaya. Ajarilah dia berhati tulus dan bercita-cita tinggi, sanggup memimpin dirinya sendiri, sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain. Berikanlah hamba seorang putra yang mengerti makna tawa ceria tanpa melupakan ...

Maafkan Segala Khilafku

Kini.. Setiap ku mengingatmu.. Slalu kurindukan segala apa yang ada pada dirimu.. Saat dimana kau mencoba mengundang senyum dan tawaku.. bahkan mengundang tangis dan marahku.. Mungkin itu terlihat kekanak-kanakan.. tapi percayalah kini ku merindukan semua itu.. pernah tersirat dalam hati ini.. Bahwa ternyata ku menyesali segala yang telah terjadi.. telah menyakitimu adalah hal yang paling ku sesali dan menyiksaku kini.. namun ap daya ku? Ku tak bisa memaksakan hati.. Kini, semua yang dulu kita pernah lakukan hanya tinggal kenangan.. tapi kawan ku takkan menyesali ini semakin larut.. Karena semakin ku ingat dirimu. . Semakin ku rasa sakit dan bersalahku padamu.. Maafkan Segala khilafku selama ini kawan Author: mhsytohh17

Menit Berlalu Tanpa Ku Sadari

selayang pandang wajahmu penuh keindahan.. selangkah kaki inginku mendekatinya.. parasnya nan elok seakan buatku hilang ingatan.. bagai mentari kau sinari isi hatiku dengan senyum manismu dekat denganmu buat daku keringatan namun jauh denganmu buat aku keingetan dekat kamu aku malu jauh darimu aku rindu seiring waktu berlalu, sudah tak terhitung sudah banyak kata terucap untuk sekedar bercengkrama denganmu seiring langkah berjalan sudah tak sadar, sudah berapa jarak yg telah ku tempuh seakan waktu cepet sekali berlalu... namun kau pun blom menyadari apa inginku.... Author: Rinto

Ketika Menyadari Kematian

Ada Sebuah puisi renungan tentang kematian dari seorang ulama besar Imam Al-Ghazali Sunngguh, Kematian pasti akan tiba dan Tuhan sudah menentukan waktunya Orang yang merasa bahwa kematian menjadi kepastiannya akan senantiasa menyadari bahwa Ada masa dimana Tanah menjadi tempat pembaringannya; Ulat menjadi temannya, Munkar dan Nakir menjadi tamunya; Kuburan menjadi tempat tinggalnya; Perut bumi menjadi tempat menetapnya; Surga atau neraka menjadi tempat kembalinya, Orang berminan tidak punya fikiran lain selain tentang kematian, dan tidak mengingat kecuali kepadanya tidak melakukan persiapan kecuali untuknya tidak melakukan usaha kecuali untuknya tidak berambisi kecuali kepadanya tidak melakukan pendakian kecuali di atasnya; tidak punya perhatian kecuali terhadapnya; tidak mengumpulkan daya kekuatan kecuali untuk menghadapinya; dan tidak ada penantian dan kesiap-siagaan kecuali untuknya. Kang Robby